Pengabdian

Sebenarnya saya tidak ingin memaparkan bidang yang saya bekerja tulus tanpa pamrih, dan semata hanya demi ridlo dan ampunan Allah. Tapi setelah saya timbang, tidak ada salahnya jika saya ceritakan ini dengan tujuan tahaduts bi ni’am seperti firman Allah fa amma bi ni’mati robbika fa haddits/maka tatkala terhadap nikmat Tuhan yang diterima, sampaikanlah. Saya merasa kesempatan dan kemampuan saya mengabdi selama ini pada bidang-bidang yang akan saya paparkan di bawah ini adalah sebuah kenikmatan dari Allah. Semuanya hanya bisa terlaksana hanya karena Allah, bukan karena kemampuan atau kehebatan saya semata.

  1. Menjadi pendidik di Panti Asuhan Pancasila pada tahun 1998. Mengelola program pendidikan untuk anak yatim-piyatu, dan anak-anak penyandang masalah lainnya. Bersama dengan pengasuh yang lain, saya ikut terlibat memberikan pelayanan pada sekitar 200 an anak di Panti Asuhan Pancasila di desa Turi Kec. Turi Kab. Lamongan. Di Panti Asuhan ini penghuninya tidak hanya yatim piyatu tapi juga mantan anak-anak jalanan, anak yang memiliki gangguan psikis bahkan yang disable child atau cacat. Di bawah bimbingan orangtua, saya hidup, tumbuh berkembang dan kemudian mengabdi di tengah mereka, membentuk jiwa yang lebih sensitif terhadap persoalan kaum lemah.
  2. Menjadi Wakil Ketua Karang Taruna Kecamatan Turi. Salah satu persoalan laten pemuda negeri ini adalah kemampuan untuk melihat peluang dan potensi di setiap permasalahan yang ada. Di tambah dengan budaya pop dan hedonis yang sangat merusak kreatifitas pemuda. Melalui karang taruan saya terlibat untuk memberikan stimulasi ide dan teladan bagaimana berkarya dengan bertumpu pada kemampuan meng-eksplorasi potensi yang ada pada diri sendiri sekecil apapun itu. Proses motivasi, pemberian alat usaha dan seni serta mentoring adalah beberapa yang bisa saya dan pengurus lain berikan.
  3. Menjadi guru di Madrasah Tsanawiyah Al Mubarokah tahun 1993. Minimnya tenaga pengajar yang sukarela untuk mengajar di sekolah yang mayoritas muridnya adalah kalangan tidak mampu seperti MAKAH ini, membuat pengurus Yayasan mengandalkan tenaga dari dalam. Selain panggilan jiwa, kehendak untuk mendarmabaktikan sedikit ilmu yang Allah berikan, saya mengajar di MAKAH untuk membuktikan bahwa dengan sarana terbataspun anak-anak bisa berprestasi. Alhamdulillah bersama guru yang lain, tingkat kelulusan di MAKAH 100% tiap tahun, dengan beberapa trofi di berbagai lomba keilmuan dan esktarkuriler.
  4. Menjadi Pengajar tafsir di Pesantren SPMAA. Mendidik santri yang datang dari Aceh sampai Papua tidaklah mudah. Tugas ini diemban oleh para asaatidz di Pesantren SPMAA tanpa bayaran sepeserpun. Saya menjadi salah satu yang bertanggungjawab untuk kajian tafsir. Di sini mayoritas santri berasal dari golongan ekonomi lemah, sehingga dari jumlah sekitar 450 santri semua biaya mereka ditanggung Yayasan. Karena itulah para ustadz rela tidak dibayar demi nasib anak-anak bangsa.
  5. Menjadi Kepala Sekolah di Madrasah Aliyah Ruhul Amin (MARA). Meski mengikuti kurikulum resmi pemerintah di bawah Depag, sekolah ini lebih banyak diisi oleh santri Pesantren SPMAA dan warga sekita pesantren yang juga tidak mampu. Sehingga para guru di sinipun benar-benar “pahlawan tanpa tanda jasa” mengingat tidak adanya salary standar, bahkan untuk ukuran UMR sekalipun. Hanya ada uang transport yang kami sebut sebagai “honor”. Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah ini, sebagai guru sekaligus Kepala Sekolah saya dituntut harus benar-benar siap untuk mengelola dengan sungguh-sungguh termasuk dalam melakukan fundraising demi tetap berjalannya proses belajar mengajar. Alhamdulillah, telah berjalan 7 tahun sampai sekarang, telah meluluskan ratusan siswa dengan tingkat kelulusan 100 % tiap tahunnya.
  6. Menjadi Anggota Dewan Pengawas Yayasan SPMAA. Yayasan ini didirikan oleh Abi Muchtar pada tahun 1961. Bidang pokok garapannya adalah Pendidikan, Kesejahteraan Sosial dan Lingkungan Hidup. Sampai tahun 2008, sudah banyak sekali program yang ditangani selama 47 tahun kiprahnya. Saya menganggap bahwa bekerja di yayasan SPMAA ini adalah untuk meraih prestasi tertinggi dalam “karir akhirat” saya. Karena Yayasan ini adalah Yayasan-Nya Allah. Yayasan yang didirikan semata hanya untuk melayani Allah lewat pelayanan terhadap ummat-Nya. Yayasan tempat bernaung hamba-hamba Allah yang ikhlas bekerja tanpa gaji dan pamrih apapun, semata-mata demi agama dan bangsa. Kami menyebut diri sebagai PGA atau Pegawai Gaji Akhirat. Saat ini aktifitas Yayasan SPMAA telah ada di sekitar 14 propinsi di Indonesia, dengan kantor pusat di Desa Turi Kecamatan Turi Kabupaten lamongan Jawa Timur.
  7. Menjadi Ketua Majlis Pertimbangan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Jawa Timur. Setelah terlibat aktif dalam peningkatan kapasitas para PSM di semua kabupaten melalui pelatihan, karya bakti dan kajian di Jatim, pada tahun 2008 saya masuk secara resmi dalam struktur kepengurusan Forum Komunikasi PSM Jatim sebagai Ketua Majlis Pertimbangan melalui SK Gubernur Jatim. PSM yang notabene merupakan penggiat di bidang sosial adalah person yang bekerja secara volunteer untuk menjadi motor bagi penanganan masalah sosial. Jika dalam civil society ada unsur NGO atau Non Goverment Organization, maka PSM ini sering juga disebut sebagai Non Goverment Individual atau NGI. Saat ini FK-PSM ada di 38 kabupaten dan kota di Jatim.

Semua pengabdian saya di atas belumlah berarti apa-apa bila dibandingkan dengan jutaan nikmat Allah yang diberikan kepada saya dalam bentuk bimbingan dan kasih sayang orangtua, kesehatan, akal budi dan kesempatan serta kemauan untuk mengabdi itu sendiri. Termasuk dukungan lingkungan keluarga besar Yayasan SPMAA, terutama keluarga ndalem. Ya Allah, terimalaha taubatku, masukkanlah aku ke dalam golongan hamba-Mu yang muthma’innal qulb bersama Abi Muchtar dunia akhiratku. Amin ya Robbal Alamiin.

About the Author

admin has written 44 stories on this site.

Kirim komentar

Komentar anda mungkin menunggu moderasi. Tidak perlu mengirim ulang karena akan ditampilkan setelah dimoderasi. Kirim komentar sesuai topik dan tidak melanggar Terms of Use. Tampilkan foto dengan Gravatar

Copyright © 2010 GLORY ISLAMIC. All rights reserved. hak cipta dilindungi oleh undang-undang
Developed by Teamworks Creative | Tampil baik pada web browser Mozilla Firefox