Harta Racun Dunia
- Wednesday, March 4, 2009, 8:23
- Agama
- 2 comments
Penulis: Gus Adhim
Orang-orang sibuk mencari rejeki. Dari pagi, siang, sore hingga baru pulang malam hari. Katanya demi menghidupi anak isteri. Untuk warisan keturunan yang nanti ditinggalkan. Pak Tani bekerja di sawah. Pegawai pergi ke kantor. Pedagang pergi ke pasar. Semua lelah dikejar-kejar kesempatan. Nafas dipacu berlomba dengan waktu. Nadi berdetak terburu. Seolah hidup masih panjang. Padahal sebenarnya cerita di dunia akan segera berhenti. Kematian yang tiba-tiba menyapa tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Semua hasil kerja berupa harta, kebanggaan, medali kesuksesan akan ditinggal. Dicatat oleh pewarisnya. Dikenang oleh jaman. Yang terbawa hanya kafan dan sebatang tubuh kaku. Masuk kubur ditanam dalam tanah basah. Setelah itu???? Hanya Tuhan yang tahu
Kawan,
kata Bapa Guru kita hidup di dunia ini ibaratnya singgah sebentar untuk berteduh. Selanjutnya kita akan meneruskan perjalanan ke kampung akhirat. Makanya perbekalan jangan dihabiskan. Karena kalau perbekalan habis di tengah jalan, di kampung akhirat kita makan apa???? sedang di sana sudah tidak ada lagi kesempatan berusaha.
Alangkah sedihnya,
jika diri yang satu ini diperlakukan tidak adil. Wong di dunia dipikirkan; dicarikan makan, dibelikan pakaian, diusahakan rumah naungan, dipasangi sepatu, dimulyakan, dst. Lha kok yang di akhirat belum dipikirkan sama sekali??? ini bagaimana ceritanya yah?? Ini namanya tidak adil. Diri yang satu, sama-sama miliknya. yang di dunia dipenuhi kebutuhannya, tapi yang di akhirat belum dipikirkan malah. Waduh gimana ya?
Kawan-kawan jangan mengandalkan syahadat, sholat, puasa, zakat, haji, dan pinter ngaji. Trus merasa sudah cukup bekal pulang ke akhirat. Karena Nabi Muhammad yang sudah jago dan amalannya berlebih saja, masih memikirkan akhirat kok. Buktinya, sampe wafat beliau tidak mewariskan apa-apa ke keturunannya. Lalu keluarganya juga begitu. Para sahabat mulai Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Mereka hidup bersahaja di dunia. Tidak ada rumah, kendaraan, atau harta warisan yang ditinggalkan. Seluruh hasil kerjanya dikirim ke akhirat dengan cara disedekahkan kepada fakir, yatim, janda, dll.
Ayo kawan-kawan,
sadarkan dirimu. Jangan tertipu dunia yang menawarkan keenakan semu. Enak di dunia ini cuma sesaat setelah itu wafat. Kadang keinginan kita belum kesampaian, maut sudah lebih dulu menjemput. Bukankah itu tertipu namanya?? seolah hidup akan berlangsung seterusnya, tau-tau ketika sedang ngotot mengejar harapan, mati menghampiri. Hurraa… Bukankah itu tertipu namanya??
Tengoklah teman-teman,
Orang yang memikirkan kebutuhan dunianya saja, pasti berakhir sengsara. Karena tamak berburu harta, akhirnya terjerat korupsi, dipenjara. Sudah begitu biasanya gak punya malu. Tebar senyum sumringah seolah tak bersalah. Kasian. Tertipu kan? maunya ngurus dunia saja.
Akhirnya aku akhiri tulisan ini dengan untaian pesan Bapa Guru: cinta dunia adalah sumber dari segala kejahatan.
About the Author
2 Comments on “Harta Racun Dunia”
Kirim komentar
Komentar anda mungkin menunggu moderasi. Tidak perlu mengirim ulang karena akan ditampilkan setelah dimoderasi. Kirim komentar sesuai topik dan tidak melanggar Terms of Use. Tampilkan foto dengan Gravatar



sip just info. makasih sudah kasih pencerahan
Regards
Layanan Promosi
http://www.indekslink.blogspot.com
dalam dunia yang penuh persaingan ekonomi yang ketat. Saling sikut, tendang dan hasut tanpa pandang teman atau musuh. untuk mendapatkan sebuah barang yang dianggap dewa; yaitu Uang. kecintaan dan kebutuhan kepada uang sangat tipis perbedaanya. jika semua memehami akan arti uang yg sebenarnya akan menjadi perdamaian dg mudah. jika UANG menjadi sebuah kebutuhan tidak menjadi kecintaan ??? alangkah damainya…