Kiprah Global Kendali Lokal: Sebuah Peluang Amal Profesi Pekerja Sosial
- Tuesday, March 3, 2009, 0:55
- Sosiana
- Add a comment
Oleh Gus H. Glory Islamic, S.Ag., M.Si. *)
Assalaamu’alaikum, wr. wb
Puji syukur hanya untuk ALLAH karena atas kasih sayangNYA semata, kita semua masih diberikan kesempatan untuk mengabdi kepada agama, bangsa dan negara tercinta.
Ayah saya, Abi Bapa Guru Muhammad Abdullah Muchtar pernah berujar, “tuku sapi pasti katutan tampar. Tapi nek tuku tampar pasti gak katutan sapi”. Terjemahan bebasnya kira-kira begini, “Kalau kita beli sapi, pasti dapat tali (pengikat kalung di leher). Tapi kalau cuma beli tali, pasti tidak dapat sapi.” Analogi itu memuat pesan filosofis tentang kesatuan profesi dan ideologi yang beriring seimbang. Dimana kalau kita bekerja untuk kebutuhan masa depan akhirat, maka kepentingan dunia akan terbawa. Sebaliknya kalau kita cuma sibuk mengurusi perkara dunia, maka kebutuhan hidup di akhirat seringkali lupa dan terabaikan.
Dari filosofi itulah saya banyak berguru kepada Abi Bapa Guru MA. Muchtar tentang kerja-kerja humanitarian, semangat kesukarelawanan, dan pengorbanan mendahulukan kepentingan masyarakat. Sebuah aktifitas kemanusiaan yang semata ikhlas hanya berharap ridho dan ampunan Tuhan seperti yang diajarkan oleh kitab suci dan tradisi para Nabi. Sebuah pekerjaan turunan dari etika profetik yang membela kepentingan kaum ardzalun dan menjadi pembebas masyarakat tertindas. Sebuah pengabdian yang memadukan kecakapan profesional dan kewajiban beramal. Itulah profesi Pekerja Sosial.
Capaian karir yang telah, sedang, dan saya bangun sekarang ini adalah hasil refleksi dari semua itu.
Kiprah Global Kendali Lokal
Sebagai pekerja sosial, saya tumbuh berkembang di lingkungan rural yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Hal itu berpengaruh terhadap pola hidup keluarga yang saya jaga agar tetap sahaja, nriman, ndeso, dan Jowo. Meski bertempat tinggal di daerah rural/lokal, saya tetap membekali kecakapan profesional dengan akses informasi dan pengetahuan lintas global. Rumah saya di Desa Turi Lamongan telah tersalur koneksi internet hot spot. Dengan begitu tanggungjawab pekerjaan tetap terpantau meski saya tidak sedang beraktifitas di kantor Aceh dulu atau Surabaya saat ini. Saya pun bisa mengikuti perkembangan informasi dunia secara aktual dari rumah tempat saya tinggal.
Hasilnya luar biasa Alhamdulillah. Bagi saya wong ndeso dari Lamongan, pengalaman 2 tahun di Aceh memimpin sebuah INGO (International Non-Govermental Organization)/LSM luar negeri dengan staf asing dan lokal yang berjumlah ratusan orang adalah prestasi yang wajib saya syukuri. Saya yang cuma wong ndeso bisa memerintah wong londo di lembaga internasional selama 5 tahun terakhir ini.
Pekerjaan yang saya bawahi antara lain membangun gedung sekolah baru setelah hancur diterjang Tsunami di Lhoksuemawe dan Aceh Utara, memberi makan 40 ribu orang setiap hari selama 2 tahun, menumbuhkan lapangan kerja melalui food for work, dst. Posisi yang saya jabat sebagai Regional Office Director USAID-HSP East Java sekarang ini juga relatif strategis dari sudut pandang karir duniawi. Dimana kewenangan yang saya miliki secara struktur hirarki sama dengan penjabat Gubernur di tingkat provinsi.
Profesi pekerja sosial jugalah yang mengantarkan saya memberikan materi kuliah tentang “TIGA PROYEK BESAR UMAT MANUSIA” kepada mahasiswa post graduate di George Washington University (GWU) Amerika Serikat secara realtime dan online dari Masjid Ruhullah Yayasan SPMAA Turi Lamongan.
Pekerja sosial adalah profesi dengan peluang besar namun belum banyak dijamah. Betapa profesi pekerja sosial bisa membuat kita dapat beramal sekaligus bekerja untuk kemanusiaan lintas sektor, geografis, budaya, agama dan bangsa. Kita tetap mencari penghidupan dunia dengan pekerjaan halal sekaligus mengupayakan bekal akhirat dengan cara beramal. Bekerja sosial bukan berarti hanya menjual proposal dengan mengiba, tetapi kita dapat menawarkan rate salary tinggi dengan bekal kecakapan profesional yang kita punya. Dengan ijin ALLAH, pilihan profesi pekerja sosial itu memiliki peluang karir yang cepat melesat dan sukses mardhatillah dunia akhirat. Aamiin.
*) Ketua Majelis Pertimbangan Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM) Jatim
About the Author
Kirim komentar
Komentar anda mungkin menunggu moderasi. Tidak perlu mengirim ulang karena akan ditampilkan setelah dimoderasi. Kirim komentar sesuai topik dan tidak melanggar Terms of Use. Tampilkan foto dengan Gravatar


