UNTUK MENDEKATKAN PELAYANAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT, PEMEKARAN DAERAH TIDAK DAPAT DIHINDARI
- Saturday, February 21, 2009, 9:46
- Politik
- Add a comment
Apabila tujuan yang ingin dicapai adalah mendekatkan/meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, maka pemekaran daerah adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Hal tersebut, dikemukakan oleh Wakil Ketua DPD RI, Dr. Laode Ida, ketika menerima delegasi calon Kabupaten Ghondumi Sisare (Masirei) Provinsi Papua yang dikoordinir oleh Alof Rumayoni (Anggota DPRD Kab. Waropen), dengan anggota delegasi Y.M. Richo Rumayoni (Ketua Pansus DPRD Kab. Waropen), Pdt. Marthen Rady (Tokoh Agama), Yoas F. Rumayoni (Ketua DPRD Kab. Waropen), Yason Kanadi (Wakil Ketua II DPRD Kab. Waropen), Kelly Duwiri (Ketua Komisi D, DPRD Kab. Waropen), Nahum Y. Samori (Wakil Ketua Komisi A, DPRD Kab. Waropen) dan M. Syarifudin (Anggota DPRD Kab. Waropen).
Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan aspirasi masyarakat tentang pemekaran daerah Kabupaten Waropen yakni pembentukan Kabupaten Ghondumi Sisare Provinsi Papua. Seluruh persyaratan sesuai dengan PP No. 78 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah, telah dilengkapi dalam dokumen usulan yang telah disampaikan kepada Departemen Dalam Negeri dan Komisi II DPR RI. Menurut mereka, membangun Papua tidak dapat diukur hanya dari seberapa besar dana yang telah mengalir ke Provinsi Papua, tetapi seberapa besar tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat ? Oleh karena itu mendekatkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat sangat penting dan mendasar. Persoalan Papua jangan hanya dilihat sebagai masalah politik saja, tetapi harus dipahami sebagai persoalan kemanusiaan secara komprehensif.
Sebagian besar masyarakat Papua tidak pernah merasakan adanya perhatian Pemerintah Pusat selama 38 tahun Papua bergabung dengan NKRI. Oleh karena itu, pemekaran daerah/pembentukan kabupaten baru merupakan solusi dan sekaligus jawaban untuk meredam keinginan Papua untuk merdeka.
Dikemukakan bahwa dari aspek geografis Kabupaten Waropen (Kab. Induk) mempunyai luas kurang lebih 20.000 Km² sedangkan calon Kabupaten Ghondumi Sisare mempunyai luas kurang lebih 4.435 Km² atau 41.94% dari luas wilayah Kabupaten Waropen dengan perkiraan jumlah penduduk 30.000 jiwa (Tahun 2008), berhadapan dengan lautan Pasifik. Bagi masyarakat Kabupaten Waropen yang visioner muncul istilah “Waropen is the gate” of Pasific, sehingga perlu dipertimbangkan trend munculnya blok-blok ekomoni regional, seperti APEC dan AFTA dalam konteks Politik Ekomoni Internasional. Menurut hasil penelitian LIPI, udang “tiger” kualitas terbaik di Indonesia, hanya ada di Kabupaten Waropen, potensi gas terbesar di Papua, ada tambang emas, daerah pertanian yang subur, mangrove dan minyak. Jadi, agak aneh kalau daerah yang memiliki potensi sumberdaya sangat besar diabaikan.
Secara Historis Kabupaten Waropen dan Ghondumi Sisare, memiliki catatan sejarah tentang bendera merah putih yang berkibar di tanah Papua. Bendera merah putih semula dari Kabupaten Waropen dan Ghondumi Sisare dibawa ke Sorong, baru kemudian dilanjutkan dengan mendayung perahu sampai ke Jakarta. Namun ironisnya kondisi masyarakat sampai sekarang, masih terdapat 46 suku di Waropen/Ghondumi Sisare tidak memiliki KTP dan masih mengembara di hutan, hanya memakan buah Sukun, daun-daunan serta hidup di daerah sungai dan pegunungan. Fakta ini bukanlah masalah politik tetapi adalah masalah kemanusiaan.
Mereka menyatakan kecewa dan merasakan ketidakadilan ketika Kabupaten Puncak Jaya dimekarkan menjadi 6 (enam) kabupaten sekaligus, apalagi bila dibandingkan dengan Sorong yang terdiri dari 5 (lima) kabupaten yang merupakan tetangga dari Kabupaten Waropen. Selama ini pemekaran yang terjadi, lebih mencerminkan kebutuhan pusat dari pada kepentingan aspirasi masyarakat bawah (grass root).
Menanggapi aspirasi dimaksud Wakil Ketua DPD Dr. Laode Ida menyatakan tidak ada yang perlu dikomentari terlalu banyak, dan akan meminta teman-teman di PAH I untuk menelaah dan mengkaji untuk segera ditindaklanjuti (follow up) karena tidak ada alasan untuk menahan aspirasi masyarakat ini.
(szeb.dpd_3)
About the Author
Kirim komentar
Komentar anda mungkin menunggu moderasi. Tidak perlu mengirim ulang karena akan ditampilkan setelah dimoderasi. Kirim komentar sesuai topik dan tidak melanggar Terms of Use. Tampilkan foto dengan Gravatar


