”Pendidikan alternatif masih dibutuhkan”

Sukoharjo (Espos) Keberadaan pendidikan alternatif dinilai masih sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi masyarakat pada kelompok tertentu.

Demikian disampaikan salah satu pembicara Seminar Regional dengan tema Peran Pendidikan Alternatif di Tengah Realita Sosial, Dr Harsono MS kepada wartawan, Sabtu (27/12), di Ruang Seminar Gedung G Lantai II Fakultas Ekonomi UMS.
“Pendidikan alternatif itu masih sangat dibutuhkan saat ini. Misalnya saja untuk kelompok tertentu khususnya pendidikan yang murah bagi orang yang tidak mampu. Di era sekarang, keberadaan pendidikan alternatif sedang merangkak ,” ujar Harsono.
Menurut Harsono, pendidikan alternatif yang berkembang di luar pendidikan formal adalah seperti home schooling maupun pendidikan yang berbasis masyarakat. Dia menyampaikan, jenis pendidikan alternatif formal seperti Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), Sekolah dengan pelayanan khusus dan sebagainya.
Dikemukakan Harsono ada dua pendidikan alternatif yang berkembang yaitu yang mewadahai masyarakat yang tidak mampu dan ada yang khusus untuk orang mampu. Dia mengakui, pendidikan alternatif menitikberatkan kepada kebersamaan dan kretivitas siswa.
“Lewat pendidikan alternatif, guru lebih mensubyekkan siswa sehingga antara guru dan siswa sama-sama memiliki peran sebagai subyek. Sedangkan model pendidikan konvesional, siswa lebih cenderung menjadi obyek,” terang Harsono.
Sementara itu, pembicara seminar lainnya, Bahrudin mengatakan apabila pendidikan hanya berorientasi kepada sertifikat maka akan menghasilkan pengangguran. Pendiri Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah Salatiga itu mengatakan model pendidikan yang diterapkan di sekolahnya adalah pendidikan yang berorientasi kepada kehidupan.
Steering Comitte (SC) Seminar Regional, Puspitasari mengatakan kegiatan seminar tersebut merupakan rangkaian dari acara Training Advokasi yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS pada Sabtu-Minggu (27-28/12). Puspita menyampaikan, ada sekitar 60 peserta yang mengikuti seminar antara lain mahasiswa dari BEM-BEM Fakultas di UMS, Unik Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat UMS, undangan BEM se-Soloraya, BEM Semarang-DIY, dan Gerakan Mahasiswa (Germa). - Oleh : nad

dikutip dari Solopos.co.id http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h62&id=254389

Edisi : Selasa, 30 Desember 2008 , Hal.XII

About the Author

admin has written 44 stories on this site.

Kirim komentar

Komentar anda mungkin menunggu moderasi. Tidak perlu mengirim ulang karena akan ditampilkan setelah dimoderasi. Kirim komentar sesuai topik dan tidak melanggar Terms of Use. Tampilkan foto dengan Gravatar

Copyright © 2010 GLORY ISLAMIC. All rights reserved. hak cipta dilindungi oleh undang-undang
Developed by Teamworks Creative | Tampil baik pada web browser Mozilla Firefox